Minggu, 13 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Alkaloid untuk makhluk hidup








Sebelumnya kita telah membahas mengenai keanekaragaman dan keunikan dari alkanoid kali ini kita akan membahas pemanfaatan Alkaloid dalam kehidupan makhluk hidup. Alkaloid merupakan suatu senyawa organik yang terdapat dalam beberapa tumbuhan, bersifat basa, dan struktur kimianya mempunyai sistem lingkar hetereosiklik dengan nitrogen sebagai hetero atomnya. Unsur-unsur penyusun alkaloid adalah hidrogen,nitrogen,dan oksigen.alkaloid yang struktur kimianya tidak mengandung oksigen hanya ada beberapa saja. Ada pula alkaloid yang mengandung unsur lain, selain keempat unsur yang telah disebutkan. Adanya nitrogen dalam lingkar pada struktur kimia alkaloid menyebabkan alkaloid tersebut bersifat alkali. Oleh karena itu, golongan senyawa ini disebut alkaloid.




Alkaloid merupakan senyawa organik yang paling melimpah di alam, dengan lebih dari 3000 jenis. Beberapa jenis alkaloid yang umum di dengar dalam kehidupan sehari-hari antara lain kafein, nikotin, dan morfin. Alkaloid dapat ditemukan dalam jaringan daun, batang, biji, buah, dan akar tumbuhan. Alkaloid sebagian besar dihasilkan oleh tumbuhan, namun beberapa jamur dan hewan juga menghasilkan jenis-jenis alkaloid tertentu.

 Alkaloid dengan sifat halusinogenik, narkotika, atau analgesik telah menemukan aplikasi medis sebagai senyawa murni (misalnya, morfin, atropin, dan kina) atau sebagai model senyawa untuk obat sintetik modern, sementara beberapa disalahgunakan sebagai obat-obatan terlarang (misalnya, kokain). alkaloid lain terlalu toksik untuk penggunaan terapi (misalnya, coniine dan strychnine), sedangkan kandungan tanaman masih diperiksa untuk baru, biologis senyawa aktif. Contohnya adalah penemuan taksol, yang memiliki sifat sitostatik dan diterapkan sebagai obat antikanker. 

Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap oksidatif fenol dan metilasi. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam biosintesis alkaloid.



Berikut adalah beberapa contoh senyawa alkaloid yang telah umum dikenal dalam bidang farmakologi :

Senyawa Alkaloid
(Nama Trivial)
Aktivitas Biologi
Nikotin
Stimulan pada syaraf otonom
Morfin
Analgesik
Kodein
Analgesik, obat batuk
Atropin
Obat tetes mata
Skopolamin
Sedatif menjelang operasi
Kokain
Analgesik
Piperin
Antifeedant (bioinsektisida)
Quinin
Obat malaria
Vinkristin
Obat kanker
Ergotamin
Analgesik pada migrain
Reserpin
Pengobatan simptomatis disfungsi ereksi
Mitraginin
Analgesik dan antitusif
Vinblastin
Anti neoplastik, obat kanker
Saponin
Antibakteri



  • Nikotin, sebagian besar terdapat dalam tanaman tembakau. Di dalam daun tembakau nikotin terdapat kurang lebih 5%. Nikotin bertindak sebagai stimulan pada syaraf otonom, karena itu konsumsi nikotin secara rutin seperti merokok akan menyebabkan kecanduan.
  • Morfin, merupakan alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan zat yang terdapat pada tanaman opium. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Kodein, merupakan senyawa turunan dari morfin yang diperoleh dari reaksi metilasi morfin. Kodein bermanfaat sebagai analgesik dan obat batuk
  • Atropin, merupakan senyawa yang banyak terdapat pada tumbuhan Atropa belladona. Atropin digunakan sebagai obat tetes mata dan berbagai kegunaan lain.
  • Skopolamin sebagai zat sedatif menjelang operasi
  • Kokain, merupakan senyawa alkaloid yang berasal dari tumbuhan koka (Erythroxylon coca) dari Amerika Selatan. Kokain digunakan sebagai analgesik. Kokain juga digunakan untuk anastetik lokal.
  • Piperin, adalah senyawa yang terdapat pada tanaman lada dan cabai jawa. Piperin dimanfaatkan sebagai zat sebagai antifeedant yang menyebabkan serangga kehilangan nafsu makan (bioinsektisida)
  • Quinin, adalah senyawa yang terdapat pada tumbuhan kina (Chincona) sebagai obat malaria. Quinine efektif membunuh gamet Plasmodium vivax dan Plasmodium malariae.
  • Vinkristin, merupakan senyawa kimia yang terdapat pada tumbungan tapak dara. Vinkristin ini digunakan sebagai obat anti kanker.
  • Ergotamin, digunakan sebagai obat analgesik pada migrain. Senyawa ini  terdapat pada jamur gandum (Clavicus purpurea).
  • Saponin, merupakan alkaloid tumbuhan yang larut dalam air dan bersifat seperti sabun. Saponin bertindak sebagai antibakteri.
  • Mitraginin, adalah senyawa yang terdapat pada tumbuhan biak-biak (Mitragyna speciosa) dan konsentrasi terbesar terdapat pada daun. Mitraginin sebagai analgesik yang menyerupai morfin. Beberapa regulasi melarang konsumsi daun biak-biak secara umum.
  • Reserpin, adalah senyawa yang terdapat pada rimpang & akar kering Rauwolfia serpentina, tumbuhan belukar kecil yg tumbuh di India, Pakistan, Burma, Thailand & Jawa. Reserpin digunakan sebagai pengobatan gejala disfungsi ereksi dan penurun tekanan darah tinggi.
  • Vinblastin, merupakan senyawa yang juga terdapt pada tanaman tapak dara. Vinblastin digunakan sebagai anti neoplastik dan obat kanker.



Permasalahan :

1)      Biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Bagaimana dengan gambaran mekanismenya?

2)      Kodein merupakan senyawa turunan dari morfin yang diperoleh dari reaksi metilasi morfin. Bagaimana cara penurunan morfin  ini sehingga dapat bermanfaat?

3)      Mitraginin adalah senyawa yang terdapat pada tumbuhan biak-biak (Mitragyna speciosa) dan konsentrasi terbesar terdapat pada daun. Mitraginin sebagai analgesik yang menyerupai morfin. Mengapa mitraginin dianggap serupa dengan morfin? Menurut anda apa sajapersamaan tersebut?

Sabtu, 12 Oktober 2019

Keragaman dan Keunikan struktur kimia alkaloid



           



         Sebelumnya telah dibahas secara lengkap mengenai terpenoid dan flavonoid mengenai keunikan dan manfaat dari struktur kimia tersebut sekarang kita akan membahas mengenai keragaman dan keunikan dari struktur kimia alkanoid. Sebelumnya kita harus tau dulu apa itu Alkanoid. Alkanoid ini merupakan suatu golongan senyawa basa nitrogen dimana kebanyakan merupakan heterosiklik dan terdapat pada tumbuhan( tetapi tidak memungkinkan juga dapat ditemukan berasal dari hewan).

            Alkaloid telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologinya terhadap mamalia dan pemakaiannya di bidang farmasi, tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur. Beberapa pendapat mengenai kemungkinan perannya dalam tumbuhan sebagai berikut (Padmawinata, 1995):

1.      Alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat dalam hewan (salah satu pendapat yang dikemukan pertama kali, sekarang tidak dianut lagi).

2.      Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tandon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen.

3.       Pada beberapa kasus, alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari serangan parasit atau pemangsa tumbuhan. Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan, mungkin merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat ‘manusia sentris.

4.       Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh, karena dari segi struktur, beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. Beberapa alkaloid merangasang perkecambahan yang lainnya menghambat. 

5.      Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid, karena sebagian besar bersifat basa, dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. Sejalan dengan saran ini, pengamatan menunjukkan bahwa pemberian nikotina ke biakan akar tembakau meningkatkan pengambilan nitrat. Alkaloid dapat pula berfungsi dengan cara pertukaran dengan kation tanah. 



Berikur beberapa struktur yang merupakan golongan alkanoids ini diantaranya:





              Alkaloid biasanya dapat diklasifikasikan menurut kesamaan sumber yang berasal dari molekul (precursors), dimana dimulai dari metabolisme patway yang digunakan untuk membentuk molekul. Jika biosintesis dari suatu alkanoid tidak diketahui, alkanoid digolongkan menurut senyawanya, termasuk nama senyawa yang mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang di mana senyawa itu diisolasi. Jika setelah alkaloid itu dikaji, penggolongan sebuah alkaloid diubah menurut hasil pengkajian itu, biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya.

Permasalahan:

1)      Alkanoid merupakan basa nitrogen dan kebanyakan merupakan heterosiklik. Menurut anda mengapa hal tersebut terjadi?

2)      Dikatakan alkanoid digunakan sebagai tondon untuk menampung nitrogen. Mengapa tondon tersebut merupakan tempat nitrogen? Apakah di dalam alkanoid terdapat tempat nitrogen lain selain todon tersebut?

3)      Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh, karena dari segi struktur, beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. Apa bentuk fungsi dari alkanoid sebagai pengatur tubuh menurut pendapat anda?

Rabu, 09 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Flavonoid untuk makhluk hidup





Sebelumnya kita telah mengetahui keragaman dan juga keunikan dari flavonoid begitu banyak di alam senyawa ini dan biasanya kita sering menemukannya pada tanaman. Flafonoid dikelompokkan kedalam senyawa bioaktif yang umumnya ditemukan kedalam makanan yang berasal dari tumbuhan tersebut. Flavonoid ini merupakan suatu antioksidan, yang sangat banyak memliki manfaat bagi kebutuhan tubuh makhluk hidup.Senyawa flavonoid ini dapat bermanfaat untuk memperbaiki sel yang diakibatkan oleh adanya radikal bebas. Selain itu suplemen dari flavonoid juga dapat mengurangi resiko penyakit kanker, hipertensi dan juga diabetes.






Umumnya sumber makanan yang dimakan oleh kebanyakan makhluk hidup berasal dari tumbuhan  dimana didalamnya terdapat banyak sekali kebermanfaatan karena terdapat flavonoid didalamnya. Terdapat berbagai manfaat antioksidan, vitamin C, vitamin E, dan juga beta karoten bagi tubuh kita. Tidak hanya antioksidan saja yang memiliki berbagai manfaat bagi tubuh kita flavonoid juga memiliki fungsi yang hampir mirip dengan antioksidan ini.






Berikut beberapa sumber makanan yang memiliki banyak kandungan senyawa flavonoid yang baik bagi tubuh, dimana beberapa makanan dan juga minumannya dipercaya mengandung senyawa yang luar biasa. Seperti :

1.      Rosella

Ekstrak rosella dipercaya baik untuk mengobati kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes tipe 2. Akan tetapi, penggunaan herbal ini sebagai pengobatan masih perlu diteliti lebih lanjut karena belum terdapat studi yang memadai pada manusia untuk menilai keamanan, dosis efektif, dan efek sampingnya bagi kesehatan.

2.      Apel

Di dalam buah apel terkandung flavonoid yang bernama quercetin. Kandungan senyawa ini memungkinkan Anda untuk tidak sering berkunjung ke dokter untuk berobat. Quercetin tersebut dikatakan dapat mencegah serangan jantung, mencegah katarak, mengendalikan asma, dan mempercepat penyembuhan kenaikan asam lambung Anda. Namun penelitian ini masih terbatas pada hewan. Efek senyawa quercetin terhadap kesehatan jantung pada manusia belum diteliti dan masih memerlukan studi lebih lanjut.

3.      Anggur merah

Minuman anggur merah atau red wine ini rupanya kaya akan kandungan flavonoid yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Jika memang Anda bukanlah seorang peminum, Anda dapat memperoleh manfaat ini dengan meminum jus anggur yang berwarna ungu. Kandungan flavonoid ini terdapat pada zat warna kulit anggur merah.

4.      Sirsak

Buah yang banyak tumbuh di daerah tropis ini mengandung antioksidan seperti fenol (sejenis flavonoid), potasium, vitamin C, E. Kandungan ini dikatakan berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti kanker dan hipertensi. Antioksidan pada sirsak juga dapat membantu mengurangi radikal bebas. Meskipun dianggap baik, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efek pengobatan, dosis efektif, dan efek samping penggunaan suplemen ini pada manusia.

5.      Belimbing wuluh

Buah yang bernama latin Averrhoa Bilimbi ini tinggi Vitamin C, asam oksalat, tannin, asam amino, dan antioksidan seperti flavonoid. Tanaman tradisional ini dipercaya bermanfaat untuk mengobati hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, dan diabetes. Namun efek ini masih terbatas pada penelitian pada hewan. Maka dari itu, perlu studi lebih lanjut untuk menentukan dosis efektif dan efek samping penggunaannya pada manusia. Selain itu, buah ini mengandung banyak asam oksalat yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memperberat kondisi gagal ginjal akut.

6.      Kacang kedelai

Salah satu sumber flavonoid yang tinggi terdapat pada kacang kedelai. Beberapa penelitian terakhir menyatakan bahwa kacang kedelai diduga memiliki manfaat dalam mencegah kanker payudara, membantu mengurangi kadar gula darah pada diabetes, mengurangi kolesterol, dan membantu mengurangi gejala menopause. Namun fakta ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

                                                                         
                                                                                                                                                                        Selain flavonoid memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita ternyata mengonsumsi flavonoid juga emiliki beberapa resiko jika tidak dikonsultasikan ke dokter lebih dahulu. Diantaraya sebagai berikut:

Ø  Kandungan senyawa flavonoid rupanya dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter, hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan . Misalnya kandungan flavonoid naringenin yang dapat ditemukan di jeruk bali, terbukti dapat mengganggu kinerja obat. Tidak disarankan mengonsumsi obat-obatan yang dibarengi dengan sari jeruk bali tanpa saran dari dokter.

Ø  Jangan hanya mengonsumsi suplemen yang mengandung flavonoid saja, tanpa mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung nutrisi lainnya yang baik untuk tubuh, seperti vitamin, mineral, dan juga serat.

Ø  Suplemen yang mengandung flavonoid mungkin memiliki dosis kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan flavonoid yang terkandung di dalam sayuran dan buah-buahan. Ada baiknya kita memperoleh flavonoid dengan memakan buah dan sayuran secara langsung.

Ø  Konsumsi suplemen flavonoid yang berlebihan rupanya tidak dianjurkan. Flavonoid dalam dosis tinggi yang masuk ke dalam tubuh justru berbahaya, dan dampak buruknya lebih cenderung terjadi dibandingkan manfaatnya. Senyawa flavonoid juga dapat menembus plasenta sehingga zat ini berpotensi memberi dampak pada janin. Pastikan untuk mengikuti dosis dan aturan pakai dalam mengonsumsi suplemen flavonoid.





Permasalahan:

1)      Didalam anggur terdapat flavonoid yang memiliki manfaat untuk mencegah penyakit jantung dalam konsumsinya anggur ini di dimanfaatkan sebagai wine bagi negara-negara eropa selain itu juga dapat dibuat juce. Apakah akan sama manfaatnya antara wine dengan juce dimana keduanya pengolahan anggurnya dilakukan berbeda, berikan penjelasanmu?

2)      Dikatakan dalam artikel flavonoid memiliki kandungan yang sama seperti antioksidan dimana dapat menangkal radikal bebas. Bagaimana kinerja flavonoid dalam tubuh yang dapat menangkal radikal bebas tersebut?

3)      Selain dari buah-buahan ataupun sayuran flavonoid juga dapat dikemas dalam bentuk suplemen. Dalam perubahannya kedalam suplemen apakah akan tetap sama khasiatnya bagi tubuh ketika mengonsumsinya?


Minggu, 22 September 2019

Keragaman dan Keunikan struktur kimia flavonoid





            Senyawa flavonoid merupakan salah satu kelompok fenol yang tebesar yang ditemukan di alam. Diman senywa –seenyawa ini merupakan zar warna merah, ungu, biru dan digunakan sebagai warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh- tumbuhan. Flafonoid merupakan pigmen dari tumbuhan yang berwarna kuning, kuning jeruk dan merah dpat juga ditemukan pada buah, sayuran, kacang, biji, batng, bunga, herbal, rempah-rempah, seta produk pangan dan obat dari tanaman seperti “ minyak zaitun, cokelat, anggur merah, dan obat herbal. Senywa ini berperan sangat penting dalam menentukan warna, bau, rasa, sertakualitas nutrisi makanan.


Pada umumnya tumbuhan menghasilkan suatu senyawa flavonoid tertentu. Keberadaan flavonoid pada tingkat spesies, genus atau familia menunjukkan proses evolusi yang terjadi sepanjang sejarah hidupnya. Bagi tumbuhan senyawa flafonoid berperan terhadap pertahann diri terhadap hama, penyakit, herbivori, kompetisi, interaksi dengan mikroba, dormansi biji, pelindung terhadap radiasi sinar UV, molekul sinyal pada berbagai jalur transduksi, serta molekul sinyal pada polinasi dan fertilisasi jantan.

Senyawa untuk obat mula-mula diperkenalkan oleh seorang Amerika bernama Gyorgy (1936). Secara tidak sengaja Gyorgy memberikan ekstrak vitamin C (asam askorbat) kepada seorang dokter untuk mengobati penderita pendarahan kapiler subkutaneus dan ternyata dapat disembuhkan. Mc.Clure (1986) menemukan pula oleh bahwa senyawa flavonoid yang diekstrak dari Capsicum anunuum serta Citrus limon juga dapat menyembuhkan pendarahan kapiler subkutan. Mekanisme aktivitas senyawa tersebut dapat dipandang sebagai fungsi „alat komunikasi‟ (molecular messenger} dalam proses interaksi antar sel, yang selanjutnya dapat berpengaruh terhadap proses metabolisme sel atau mahluk hidup yang bersangkutan, baik bersifat negatif (menghambat) maupun bersifat positif (menstimulasi).





Flavonoid merupakan turunan dari fenol yang memiliki struktur dasar fenil benzopiron (tokoferol), dicirikan oleh kerangka 15 karbon (C6-C3-C6) yang terdiri dari satu cincin teroksigenasi dan dua cincin aromatis. Substitusi gugus kimia pada flavonoid umum- nya berupa hidroksilasi, metoksilasi, metilasi dan glikosilasi. Klasifikasi flavonoid sangat beragam, di antaranya ada yang mengklasifikasikan flavonoid menjadi flavon, flavonon, isoflavon, flavanol, flavanon, antosianin, dan kalkon.



1.      Flavon

Yang termasuk flavon di antaranya luteolin dan apigenin. Sumber flavon yang bagus adalah seledri, peterseli, berbagai bumbu dan cabai. Flavon dikaitkan dengan manfaat antioksidan secara keseluruhan dan menunda metabolisme obat-obatan.

2.      Anthocyanidins

Yang termasuk Anthocyanidins adalah malvidin, pelargondin, peoidin dan sianidin. Sumber anthocyanidin yang baik yaitu termasuk buah beri merah, ungu dan biru; buah delima; plum; anggur merah dan ungu. Anthocyanidins berhubungan dengan kesehatan jantung, efek antioksidan dan membantu pencegahan obesitas dan diabetes.

3.      Flavonones

Yang termasuk flavonones hesperetin, eriodictyol dan naringenin. Flavonon ditemukan berlimpah dalam buah jeruk. Flavon kelompok ini terkait dengan kesehatan jantung, relaksasi, dan keseluruhan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.

4.      Isoflavon

Yang subkelompok ini ialah genistein, glycitein dan daidzein. Isoflavon sangat terkonsentrasi pada kedelai dan produk kedelai, serta kacang-kacangan. Mereka adalah phytoestrogen, yang berarti bahwa mereka adalah bahan kimia yang bertindak seperti hormon estrogen. Para ilmuwan menduga mereka mungkin bermanfaat dalam menurunkan risiko kanker hormonal, seperti kanker payudara, endometrium dan prostat, meskipun hasil studi saat ini beragam. Dalam berbagai penelitian, isoflavon kadang-kadang bertindak sebagai antioksidan dan kadang-kadang sebagai oksidan, sehingga efeknya pada kanker tidak jelas. Mereka juga sedang dipelajari sebagai cara untuk mengobati gejala menopause.

5.      Flavonol

Sub-kelompok flavonoid yang tersebar luas ini termasuk quercetin dan kaempferol. Mereka ditemukan dalam bawang, daun bawang, kubis Brussel, kale, brokoli, teh, buah, kacang dan apel. Quercetin adalah antihistamin yang terkait dengan membantu meringankan demam dan gatal-gatal.

Flavonol juga dikenal karena manfaat anti-peradangannya. Kaempferol dan flavonol lainnya berhubungan dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang kuat yang mengarah pada pencegahan penyakit kronis.

6.       Flavanol

Ada tiga jenis utama flavanol yaitu: monomer (lebih dikenal sebagai katekin), dimer dan polimer. Flavanols ditemukan dalam teh, coklat, anggur, apel, buah beri, kacang fava dan anggur merah. Sementara katekin sangat umum dalam teh hijau dan putih, sementara dimer, yang berhubungan dengan menurunkan kolesterol, ditemukan dalam teh hitam. Para ilmuwan menduga katekin mungkin berguna dalam membantu gejala sindrom kelelahan kronis. Katekin juga terkait dengan kesehatan kardiovaskular dan neurologis.

Lebih dari 6467 senyawa flavonoid telah diidentifikasi dan jumlahnya terus meningkatKebanyakan flavonoid berbentuk monomer, tetapi terdapat pula bentuk dimer (biflavonoid), trimer, tetramer, dan polimer. Berikut beberapa bentuk flavonoid diantaranya sebagai berikut:


Permasalahan :

1)      Flavonid dapat memberikan manfaat pelindung dari radiasi siar UV, bagaimankah cara kerja flavonid sebagai pendung sindar UV jelaskan dari strukturnya?

2)      Capsicum anunuum serta Citrus limon dapat menyembuhkan pendarahan kapiler jika dilihat strutur dari flavonoid tersebut.Bagaiman pendapat anda mengapa flavonoid dapat menyembuhkan pendarahan kapiler?

3)     Dikatakan bahwa flavonoid dapat memberikan warna, bau dan juga menentukan nutrisi buah, pada bagian buah tidak didominasi dengan fafnoid hanya bagian tertentu.Biasanya pada buah terdapat bagian yang sangat sangat mengandung kasiat terdapat pada bagian kulitnya mengpa demikian  ?

Sabtu, 21 September 2019

Potensi Pemanfaatan terpenoid untuk makhluk hidup





Sebelumnya kita telah membahas mengenai apa itu keunikan dari terenoid dan juga terpenoid memiliki banyak varian atau beranekaragam. Dengan hal tersebut terpenoid juga memiliki beragam manfaat bagi kehidupan makhluk hidup. Terpenoid memainkan beberapa fungsi fisiologis dan juga ekologis dalam tanaman melalui sistem pertanahan langsung maupun tidak langsung. Dalam kehidupan masyarakat terpenoid dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi, industri makanan maupun industri kosmetik. Melalui proses Rekayasa Genetika, peranan terpenoid ini dapat diperluas dengan meningkatkan kemampuan genetik tanaman, dimana yang ditingkatkan pada aroma buah-buahan dan produksi konten terprnoid farmasi dalam tanaman obat.




  Terpenoid ini merupakan salah satu dari delapan kelas utama senyawa fitokimi, selain dari polifenl, glukosinolat, fitosterol, kapsaisin, klorofil, betalain dan pektin sebagai salah satu dari kelompok senyawa fitokimia utama. Terpenoid atau yang dikenal juga dengan isoprenoid merupakan suatu senyawa hidrokarbon hasil metabolisme sekunder yang terdapat pada tumbuhan. Terpenoid ini juga diklelompokkan kedalam dua kelas utama yaitu karotenoid dan  non karotenoid. Karotenoid merupakan komponen fitokimia yang paling penting untuk menjaga kesehatan mata dan juga pada umumnya terdapat pada buah-buahan yang berwarna merah, jingga, hingga kuning. Pigmen yang memberikan warna merah hingga kuning tersebut antara lain adalah likopen, karoten (alfa,beta, dan gamma-beta karoten), lutein daan zeaxanthin, serta axtaxanthin. Pengelompokan senyawa fitokimia berdasarkaan pada pigmen pemberi warna dan sumber bahan pangan dapat dilihat tabel berikut ini.



Pigmen warna
Sumbr zat warna
Beberapa tanaman yang berwarna sesai pigmennya
Merah
Antosianin
Strawberi, rasberi, buah cerry, buah cranberries, buah delima, apel dan anggur merah.
Likopen
Tomat, anggur merah, semangka
Betasianin
Buah bit
Orange
Beta-Karoten
Wortel, mangga, kesemek, labu kuning dan ubi jalar.
Beta-Kriptoxanthin
Jeruk dan jeruk kepcok
Kuning
Lutein dan Zeaxanthin
Jagung dan Alpukat
Curcumin
Kunyit
Biru/Ungu
Antosianin
Bluberries, plum, terong ungu, dan anggur.
Hijau
Klorofil
Brokoi, kubis, bayam, kol, asparagus dan the hijau.
Hitam
Thearunhigens
The Hitam
Antosianin
Blackberries

















Selain komponen karotenoid, pada terpenoid terdapat juga komponen yang tergolong dalam non-karotenoid. Komponen-komponen terpenoid yang termasuk ke dalam golongan non-karotenoid antara lain perillyl alcohol, saponin, terpenol, dan terpene limonoid. Komponen Perillyl alcohol banyak terdapat pada buah ceri dan mint. Menurut berbagai penelitian yang telah dilakukan, komponen perillyl alcohol ini bersifat dapat mencegah, memperlambat, atau mempercepat kematian sel kanker di dalam tubuh. Sedangkan saponin memiliki kemampuan untuk mereduksi kolesterol dan melawan kanker kolon. Komponen ini banyak terdapat pada kacang-kacangan. Terpenol merupakan komponen yang mampu memberikan citarasa khusus pada wortel dan dapat mengurangi sel kanker di dalam tubuh. Sedangkan Terpene Limonoid terutama banyak terdapat pada kulit dan membran buah jeruk. Terpene Limonoid banyak terdapat pada jeruk seperti jeruk orange, jeruk lemon, dan juga jeruk nipis. Komponen ini juga dapat mengurangi sel kanker di dalam tubuh.